CELEBESTERKINI.id, Soppeng — Forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kecamatan Lalabata yang digelar di SD Negeri 25 Madello, Selasa (31/3/2026), tidak hanya menjadi ajang diskusi teknis pembelajaran, tetapi juga momen krusial untuk menyoroti penataan tenaga pendidik di tingkat sekolah.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta, yang terdiri dari 18 kepala sekolah se-Gugus 3, delapan guru perwakilan dari setiap sekolah, serta jajaran pengawas gugus.
Dalam arahannya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Nurmal Idrus, menegaskan bahwa pemerataan Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan merupakan kunci utama yang berdampak langsung pada efektivitas guru di ruang kelas.
Nurmal mengungkapkan bahwa ketimpangan distribusi guru masih menjadi tantangan nyata di lapangan. Ia menyoroti fenomena di mana beberapa sekolah mengalami kelebihan tenaga pendidik, sementara sekolah lainnya justru kekurangan guru, terutama untuk mata pelajaran tertentu. ”Dampaknya langsung dirasakan oleh guru. Ada yang beban mengajarnya berlebih, namun ada juga yang belum optimal. Ketidakseimbangan ini tentu memengaruhi kualitas proses pembelajaran,” ujar Nurmal.

Ia menekankan bahwa penataan SDM tidak boleh hanya mengacu pada angka, melainkan harus berbasis kebutuhan riil sekolah dengan mempertimbangkan, jumlah rombongan belajar (rombel), rasio ideal antara guru dan siswa serta kondisi geografis serta aksesibilitas sekolah.
Selain kuantitas, Nurmal juga menyoroti aspek linearitas atau kesesuaian bidang ajar agar guru mengajar sesuai dengan kompetensi keahliannya.
Distribusi guru berdasarkan status kepegawaian serta pemenuhan kebutuhan spesifik sekolah juga menjadi poin penting yang ia sampaikan.”Pemerataan guru bukan sekadar soal memindahkan orang, tetapi memastikan setiap kelas ditangani oleh tenaga pendidik yang kompeten dan jumlahnya mencukupi. Jika ini tertata dengan baik, kualitas pendidikan di daerah akan lebih merata,” tambahnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Zulkarnain, yang turut mendampingi jalannya agenda.
Melalui forum KKG ini, diharapkan muncul kesamaan persepsi antara kepala sekolah dan guru mengenai urgensi penataan SDM. Aspirasi yang berkembang dalam forum ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pendidikan di Kabupaten Soppeng ke depan. (*/sah)
