Ada satu janji yang hari ini layak kita ingat bersama.
PLN menjanjikan pemadaman bergilir di Sulawesi Selatan akan ditiadakan paling lambat 5 September 2026.
Tenggat sudah tiba.
Malam tadi pukul 00.00 sudah lewat.
Jadi sekarang kita tidak sedang menunggu janji.
Kita sedang menunggu pembuktian.
Kalau hari ini listrik masih padam bergilir, tentu masyarakat tidak perlu buru-buru marah. Bisa jadi PLN sedang mencari saklar untuk menyalakan komitmennya.
Tetapi kalau janji itu tidak terpenuhi, saya punya beberapa usulan sederhana.
Pertama, tenggat jangan disebut tenggat kalau masih bisa diperpanjang tanpa penjelasan.
Kedua, kalau memang belum mampu memenuhi janji, sampaikan saja secara terbuka. Karena masyarakat mungkin bisa memaklumi keterbatasan, tetapi sulit memahami janji yang terus berubah menjadi alasan.
Ketiga, kalau pemadaman masih harus berlangsung, mungkin perlu dibuat jadwal yang lebih kreatif:
Senin: listrik padam.
Selasa: listrik padam.
Rabu: masyarakat menunggu.
Kamis: PLN menjelaskan.
Jumat: listrik menyala.
Sabtu: janji baru.
Dan Minggu?
Minggu masyarakat berdoa agar Senin tidak padam lagi. Tentu kita tidak menginginkan satire itu menjadi kenyataan. Karena itu, mari kita tunggu sampai hari ini berakhir.
Semoga yang menyala bukan hanya harapan masyarakat, tetapi benar-benar lampunya.
Dan kalau tidak?
Ya, kita akan kembali bertanya dengan sopan: “Pak PLN, 5 September itu maksudnya tahun 2026 atau 2027?”
#nurmalMIND


