April 16, 2026
Screenshot_20251018_195836_Chrome-3107953997

​CELEBESTERKINI.com, Makassar – Pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Makassar, Kamis (26/3/2026), berlangsung meriah. Acara ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah berdarah Bugis-Makassar dari berbagai penjuru Indonesia.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Dalam sesi Success Story, ia mengajak para saudagar Bugis-Makassar untuk menanamkan modal di wilayahnya.
​Sherly memaparkan bahwa Maluku Utara kini berada dalam momentum pertumbuhan ekonomi yang pesat. Bahkan, sepanjang tahun 2025, provinsi tersebut mencatatkan rekor pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
​“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara secara year-on-year mencapai 34 persen. Capaian ini didorong oleh sektor hilirisasi nikel,” jelasnya.

​Namun, di balik pesatnya ekonomi, Sherly mengakui adanya keterbatasan pada sektor pemenuhan pangan, khususnya peternakan. “Kami membutuhkan investasi di sektor peternakan ayam. Tingginya permintaan akan daging ayam dan telur belum sebanding dengan pasokan yang ada. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi para saudagar untuk berinvestasi di sektor ini,” ujar Gubernur yang dikenal dengan penampilan elegannya tersebut.
​Ajakan ini langsung direspons positif oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng.

Ia menyatakan kesiapannya untuk menjembatani keinginan Gubernur Maluku Utara dengan para pengusaha asal Soppeng yang memang memiliki rekam jejak panjang di industri peternakan.
​“Ini adalah ajakan yang sangat positif. Jika ada pengusaha lokal Soppeng yang berminat, saya akan berupaya keras memfasilitasi. Komunikasi akan segera kami bangun dengan Ibu Gubernur,” ujar Suwardi di sela-sela pertemuan.

Keinginan Suwardi didukung penuh oleh Bupati Sidrap, Syahruddin Alrif. Mengingat Sidrap merupakan salah satu daerah penghasil utama ayam dan telur di Sulawesi Selatan, Alrif yakin peluang investasi yang ditawarkan Sherly sangat potensial dan dapat dipenuhi oleh pengusaha lokal.

​Lebih lanjut, Suwardi menekankan bahwa forum PSBM merupakan wadah krusial untuk membuka peluang investasi sekaligus memperluas jaringan usaha. “Pertemuan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kolaborasi antara saudagar dan pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (sah/ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *