CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi yang digelar di Warkop Camidu, Jalan Kesatria, Watansoppeng, pada Minggu (22/3/2026). Kegiatan ini menjadi momen berkumpulnya sejumlah tokoh penting daerah guna mempererat tali silaturahmi pasca-perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam suasana santai tersebut, Dr. Supriansa, SH, MH, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ruang-ruang informal seperti warung kopi (warkop) sebagai wadah diskusi yang sehat di tengah keberagaman pandangan politik dan sosial.
“Enaknya di warkop itu karena ada kebebasan untuk berpendapat di tengah banyaknya perbedaan,” ujar Supriansa di hadapan para tokoh yang hadir.
Menurut anggota Komisi III DPR RI periode 2019–2024 tersebut, warkop tidak sekadar tempat berkumpul, tetapi berfungsi sebagai ruang demokrasi yang mampu menampung berbagai ide, gagasan, hingga kritik konstruktif demi kemajuan bersama.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, mulai dari pemerintahan, politik, akademisi, hingga insan pers. Beberapa di antaranya adalah Ir. Selle KS Dalle, Wakil Bupati Soppeng (mantan anggota DPRD Provinsi Sulsel dan aktivis 1998), Dr. Nurmal Idrus, SE, MM, Ketua Dewan Pendidikan (mantan Ketua KPU Makassar dan konsultan politik), Ade Irawan, Ketua Partai NasDem Soppeng, Askar Munir, SE, Kader Partai Golkar, H.AM. Zulkarnaen, ST, MT, Jurnalis Eraberita.com sekaligus Sekretaris Dewan Pendidikan Soppeng.
Kehadiran para tokoh ini mencerminkan keberagaman perspektif yang memperkaya jalannya diskusi. Obrolan mengalir mulai dari isu strategis pembangunan daerah, dinamika politik lokal, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.
Supriansa menyebutkan bahwa tradisi berkumpul di kampung halaman saat hari raya sudah menjadi bagian dari dirinya sejak lama. Sebagai mantan aktivis 1998, ia terbiasa menjadikan momentum mudik untuk berdiskusi dan bertukar pikiran.
Ia menegaskan bahwa warkop memiliki peran penting sebagai ruang inklusif yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang status sosial.
“Di sini semua bisa bicara dan menyampaikan ide. Dari perbedaan itu justru sering lahir pemikiran-pemikiran besar yang bisa mendorong kemajuan daerah,” tambahnya.
Selain ajang reuni, pertemuan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar-tokoh lintas sektor. Sosok seperti Andi Zulkarnaen, yang memiliki rekam jejak panjang di Luwu Timur dan kini aktif di Soppeng, turut memberi warna dalam perbincangan tersebut.
Momentum Idul Fitri ini pun dimanfaatkan sebagai titik awal untuk memperkuat komunikasi dan sinergi demi pembangunan Kabupaten Soppeng yang lebih baik ke depan. Dengan semangat kebersamaan, warkop kembali membuktikan perannya sebagai pilar sederhana dalam membangun budaya dialog dan demokrasi di tengah masyarakat.(*/sah)
