April 16, 2026
Oplus_16908288

Oplus_16908288

​CELEBESTERKINI.id, Gowa – Gerakan Aktivis Merah Putih Indonesia (GAMPI) mengeluarkan pernyataan sikap tegas merespons insiden penyiraman cairan berbahaya yang menimpa seorang aktivis kemanusiaan baru-baru ini.

GAMPI menilai kejadian tersebut merupakan serangan terhadap demokrasi dan upaya pembungkaman suara kritis.

​Ketua GAMPI, Muh. Alwi Nur, menyatakan bahwa tragedi ini tidak boleh dilihat sebagai tindak kriminalitas biasa. Melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, mahasiswa Fakultas Teknik UIN Makassar ini menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk normalisasi kekerasan terhadap pembela HAM. ​”Cairan kebencian mungkin melukai raga, namun api perjuangan Merah Putih tidak akan pernah padam. Kami berdiri bersama korban dan keadilan,” ujar Alwi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3).

​Dalam surat terbuka tersebut, GAMPI menggarisbawahi tiga tuntutan utama kepada pemerintah. Pertama, mendesak pemerintah untuk menjamin keamanan fisik bagi setiap aktivis dan pembela kemanusiaan di Indonesia. Kedua, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dalang di balik teror ini dan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan.

Ketiga, ​menuntut evaluasi total terhadap kebijakan keamanan ruang sipil guna mencegah tumbuhnya praktik impunitas atau kekebalan hukum.

​GAMPI berharap Menteri HAM segera mengambil langkah nyata untuk memastikan ruang demokrasi tetap aman bagi warga negara yang memperjuangkan kebenaran. (*/mal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *