oplus_264224
CELEBESTERKINI.id, Soppeng – Gelaran Pasar Ramadhan Sukses 2026 resmi berakhir dengan catatan gemilang.
Perhelatan yang diinisiasi oleh PT Lamataesso Mattappaa Soppeng di Lapangan Gasis, Watansoppeng ini resmi ditutup oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, pada Selasa (17/3/2026) malam.
Acara yang berlangsung sejak 24 Februari ini sejatinya dijadwalkan berakhir pada 15 Maret. Namun, tingginya antusiasme warga membuat Bupati Suwardi mengeluarkan diskresi untuk memperpanjang durasi kegiatan selama dua hari.
Penutupan berlangsung spektakuler dengan kehadiran jajaran Forkopimda yang berbaur bersama ribuan masyarakat.
Melibatkan sedikitnya 87 tenant UMKM, event ini dinilai menjadi mesin penggerak ekonomi yang vital bagi Bumi Latemmamala. Bupati Suwardi Haseng mengapresiasi langkah berani penyelenggara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah bayang-bayang resesi global. ”Ini adalah langkah luar biasa. Kita berhasil menahan perputaran uang tetap berada di Soppeng. Anggaran kita, uang kita, sudah seharusnya berputar dan menghidupi daerah kita sendiri,” tegas Suwardi dalam sambutannya.
Ekonom asal Makassar, Dr. Rahmat Randa, memberikan catatan khusus terhadap keberhasilan panitia. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini berhasil mencapai target Tri Sukses.
Panitia menurutnya telah meraih Sukses Penyelenggaraan, Sukses Efisiensi dan Sukses Dampak Ekonomi.
Acara berjalan kondusif meski melibatkan massa yang besar. Manajemen tenant dan alur pengunjung dinilai sangat rapi untuk ukuran pengalaman pertama penyelenggara. “Panitia membuktikan kemandirian finansial dengan menjalankan kegiatan tanpa suntikan dana APBD. Hebatnya, hal ini dilakukan sembari tetap menjaga harga sewa tenant tetap terjangkau bagi pelaku usaha kecil,” katanya.
Rahmat juga menyebut terjadi multiplier effect yang nyata. Para pelaku UMKM melaporkan keuntungan signifikan menjelang hari raya Idul Fitri. “Dampak ekonominya sangat luar biasa. Tidak ada UMKM yang merugi; mereka semua tersenyum menyambut lebaran. Saya optimis kegiatan ini mampu mengintervensi perlambatan ekonomi di Soppeng,” pungkas Rahmat.
(sah/ren)
