April 16, 2026
Oplus_16908288

Oplus_16908288

​CELEBESTERKINI.com, SOPPENG – Di tengah lesunya gairah pembinaan olahraga nasional akibat efisiensi anggaran yang ekstrem, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Soppeng sempat berada di titik nadir.

Pada tahun 2023, organisasi ini didera krisis kepemimpinan yang serius, nyaris tak ada figur yang berani mengambil tongkat estafet karena besarnya tanggung jawab dan minimnya dukungan finansial.

​Namun, di tengah kebuntuan tersebut, muncul sosok anak muda bernama Andi Muhammad Sadri, SM (AMS). Ia melangkah maju, mengambil tanggung jawab yang dihindari banyak orang.

​Menjadi Ketua KONI Soppeng bukanlah tugas yang mudah. Minimnya alokasi anggaran khusus dari Pemerintah Daerah memaksa siapa pun pemimpinnya untuk siap pasang badan, termasuk merogoh kocek pribadi demi memastikan roda organisasi tetap berputar.

Andi Muhammad Sadri (kiri) bersama tim balap motornya salam sebuah event di Sulsel. (IST)

​Bagi AMS, keputusannya ini bukan didasari oleh ambisi politik, melainkan kecintaan mendalam pada tanah kelahirannya dan hasratnya pada dunia olahraga.
​”Saya mengambil tanggung jawab ini meski sadar akan tantangannya. Ini bukan sekadar jabatan, tapi soal menjaga martabat daerah dan menyelamatkan masa depan atlet-atlet kita di Soppeng,” tegas AMS.

​Kekhawatiran publik mengenai minimnya anggaran terbukti nyata. Tanpa kucuran dana yang memadai dari Pemda, AMS harus berjuang mandiri mendanai berbagai partisipasi atlet Soppeng di sejumlah ajang olahraga.

​Meski harus menggunakan sumber daya pribadi, komitmennya tidak luntur. Baginya, pembinaan olahraga adalah investasi jangka panjang untuk generasi muda Soppeng. ​”Saya sudah memahami risiko ini sejak awal. Menjalankan organisasi dengan dana pribadi memang berat, namun komitmen saya untuk membina olahraga di Soppeng tetap tegak lurus,” tambahnya dengan nada optimis.

​Kisah AMS menjadi pengingat bahwa di balik prestasi atlet, seringkali ada dedikasi senyap dari seorang pemimpin yang bekerja dengan penuh keikhlasan, jauh dari sorotan lampu panggung. (sah/ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *