CELEBESTERKINI.id, Makassar – Rangkaian agenda pengendalian mutu Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Pemerintah Kota Makassar berlanjut pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kali ini, Tim Pengendali Mutu mereviu proposal penyusunan buku berjudul Impactfull Governance: Tata Kelola Pemerintahan Berdampak di Ruang Rapat Politeknik LAN Makassar, Jalan A.P. Pettarani, Makassar.
Dalam forum tersebut, TPM Brida Makassar Dr. Nurmal Idrus bersama akademisi Unhas Prof. Dr. Adi Suryadi Culla membedah kelayakan proposal buku, mulai dari kekuatan gagasan, relevansi tema, kedalaman pembahasan, hingga potensi kontribusinya bagi pengembangan pemikiran dan praktik tata kelola pemerintahan.
Pembahasan diarahkan untuk memastikan bahwa buku tersebut tidak sekadar menjadi kumpulan tulisan akademis, tetapi mampu menawarkan perspektif dan gagasan yang relevan mengenai bagaimana pemerintahan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Konsep impactful governance menempatkan keberhasilan pemerintahan bukan semata-mata pada terlaksananya program, terserapnya anggaran, atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
Buku ini direncanakan disusun oleh sejumlah akademisi dari Politeknik LAN Makassar di bawah koordinasi Prof. Idris. Keterlibatan para akademisi diharapkan dapat memperkuat basis keilmuan dan kualitas substansi buku, sehingga gagasan yang dihadirkan tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi juga memiliki relevansi bagi praktik pemerintahan.
Bagi Tim Pengendali Mutu, proses reviu proposal merupakan tahapan penting untuk memastikan naskah memiliki kelayakan akademis sebelum memasuki proses penyusunan lebih lanjut dan penerbitan.
Agenda Sabtu tersebut sekaligus memperpanjang rangkaian kerja maraton pengendalian mutu BRIDA Makassar selama tiga hari, sejak Kamis, 22 Oktober, hingga Sabtu, 24 Oktober 2026. Rangkaian ini mencakup telaah Laporan Pendahuluan Survei Kepuasan Masyarakat, seminar proposal riset kebijakan publik, reviu proposal riset penguatan regulasi transformasi digital dan inovasi daerah, hingga reviu proposal buku tentang tata kelola pemerintahan berdampak.
Keseluruhan agenda itu memperlihatkan bahwa pengendalian mutu memiliki cakupan yang lebih luas daripada pemeriksaan teknis penelitian. Proses tersebut juga menyentuh kualitas pengetahuan, ketajaman analisis, dan kemampuan hasil kajian untuk menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan.
Di tengah tuntutan penyelesaian berbagai program riset, tantangan BRIDA Makassar adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan penyelesaian pekerjaan dan kedalaman substansi. Target waktu tetap penting, tetapi kualitas hasil riset dan publikasi harus menjadi ukuran utama keberhasilan. (sah/ren)




