Senin, 09 November 2026 | Menyajikan Fakta, Mengawal Kebenaran
Breaking News
Ketika Kebaikan Sosial Tak Selalu Menjadi Kompas Politik • Lepas Kontingen Judo Makassar ke Proprov XVIII, Haidil Adha Pasang Target Juara Umum • 33 Mahasiswa Baru Magister Manajemen UNIPOL, Ada Legislator, Bankir hingga Polisi • Siapa ‘Dalang’ di Balik Gelaran Motocross Bhayangkara Cup III • Pembalap Nasional M. Athar Al Ghifari dan Artis Duo Serigala Pilih Penginapan Ini Selama di Soppeng • Ketua DPD GRIB Jaya Sulsel Apresiasi Kinerja Dir Intelkam Polda Sulsel Jaga Kondusivitas Aksi Sumpah Pemuda • Jakarta Berpesta, Pramono Mengajari Kota Cara Menghasilkan Uang • Usai Dilantik, Suwardi Haseng Pilih Segera ke Soppeng
Makassar

Tim Pengendali Mutu Kawal Riset Network Governance Ekonomi Sirkular Kota Makassar

CELEBESTERKINI.id, Makassar — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar menggelar Seminar Pelaporan Akhir Riset “Network Governance Ekonomi Sirkular pada Pengelolaan Sampah di Kota Makassar dengan Pendekatan Social Network Analysis (SNA)”, di Novotel Makassar, Senin (22/9/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan kebijakan berbasis hasil riset Pemerintah Kota Makassar. Penelitian tersebut memetakan pola hubungan, posisi, dan peran berbagai aktor dalam tata kelola persampahan serta pengembangan ekonomi sirkular di Kota Makassar.

Seminar menghadirkan tim peneliti yang diketuai Dr. Andi Widya Warsa Syadzwina, S.E., M.I.Kom, bersama anggota tim peneliti lainnya. Riset ini juga dikawal oleh Tim Pengendali Mutu (TPM) yang terdiri atas Dr. H. Nurmal Idrus, S.E., M.M., Dr. Hj. Rosnaini Daga, S.E., M.M., CPHCM, dan Dr. Rahmawati Azis, SKM., M.Si.

Dalam seminar tersebut, TPM memberikan sejumlah catatan dan masukan untuk mempertajam hasil penelitian, terutama terkait konsistensi antara temuan SNA, interpretasi hasil, kesimpulan, dan rekomendasi kebijakan.

Penajaman tersebut penting agar rekomendasi yang dihasilkan benar-benar memiliki dasar empiris dan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang implementatif.
Riset ini diharapkan menjadi salah satu pijakan ilmiah bagi Pemerintah Kota Makassar dalam membangun tata kelola persampahan yang lebih kolaboratif, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi sirkular yang melibatkan pemerintah, masyarakat, bank sampah, sektor swasta, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. (sah/ren)

Berita Terkait