CELEBESTERKINI.id, WATANSOPPENG — Universitas Lamappapoleonro (Unipol) Soppeng kembali mencatat sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Soppeng.
Untuk pertama kalinya, Soppeng mencetak lulusan Magister Manajemen yang merupakan produk pendidikan tinggi lokal.
Sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Unipol Soppeng dinyatakan telah melewati rangkaian ujian tutup dan mengikuti yudisium untuk memperoleh gelar Magister Manajemen. Prosesi yudisium berlangsung di Kampus Unipol, Watansoppeng, Sabtu, 19 September 2026.

Momen tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan pendidikan tinggi di Soppeng. Kehadiran lulusan magister dari perguruan tinggi lokal menunjukkan bahwa masyarakat Soppeng kini memiliki pilihan pendidikan lanjutan yang dapat ditempuh tanpa harus meninggalkan daerah.
Yudisium dipimpin oleh tiga pimpinan utama Unipol. Mereka adalah Rektor Unipol Dr. Hj. Andi Adawiah, Wakil Rektor I Dr. Asmini, dan Ketua Program Studi Magister Manajemen Dr. H. Nurmal Idrus.
Ketiga pimpinan tersebut memimpin langsung prosesi akademik yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan para mahasiswa pada jenjang magister sekaligus awal dari tanggung jawab baru mereka sebagai lulusan Magister Manajemen.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Unipol Soppeng, Dr. H. Nurmal Idrus, mengatakan lahirnya 22 lulusan magister ini memiliki makna yang lebih besar dari sekadar pencapaian akademik.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas dari Soppeng dan untuk Soppeng. “Ini adalah momentum bersejarah. Untuk pertama kalinya kita melahirkan Magister Manajemen sebagai produk pendidikan tinggi lokal Soppeng. Mereka bukan hanya menyelesaikan studi, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ujar Nurmal.
Ia menambahkan, Program Magister Manajemen Unipol dirancang tidak hanya untuk memperkuat kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan perhatian pada persoalan manajemen yang dekat dengan kebutuhan daerah, termasuk pengembangan UMKM dan kewirausahaan lokal.
Karena itu, para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Mereka dituntut mampu mengaplikasikan pengetahuan manajemen dalam dunia usaha, pemerintahan, organisasi maupun masyarakat. “Gelar Magister Manajemen bukanlah garis akhir. Justru ini adalah awal untuk membuktikan bahwa pendidikan tinggi mampu melahirkan perubahan nyata bagi masyarakat,” kata mantan Ketua KPU Makassar ini.
Yudisium 22 mahasiswa tersebut sekaligus memperkuat posisi Unipol sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang terus mengembangkan jenjang pendidikan pascasarjana di Kabupaten Soppeng. (sah/has)



