Senin, 09 November 2026 | Menyajikan Fakta, Mengawal Kebenaran
Breaking News
Ketika Kebaikan Sosial Tak Selalu Menjadi Kompas Politik • Lepas Kontingen Judo Makassar ke Proprov XVIII, Haidil Adha Pasang Target Juara Umum • 33 Mahasiswa Baru Magister Manajemen UNIPOL, Ada Legislator, Bankir hingga Polisi • Siapa ‘Dalang’ di Balik Gelaran Motocross Bhayangkara Cup III • Pembalap Nasional M. Athar Al Ghifari dan Artis Duo Serigala Pilih Penginapan Ini Selama di Soppeng • Ketua DPD GRIB Jaya Sulsel Apresiasi Kinerja Dir Intelkam Polda Sulsel Jaga Kondusivitas Aksi Sumpah Pemuda • Jakarta Berpesta, Pramono Mengajari Kota Cara Menghasilkan Uang • Usai Dilantik, Suwardi Haseng Pilih Segera ke Soppeng
Opini

BBM Langka atau Kita yang Panik?

Makassar dan sejumlah daerah di Sulsel hari-hari ini punya pemandangan baru, antrean BBM di depan SPBU lebih panjang.

Pertamina bilang stok aman, masyarakat disebut mengalami panic buying. Tapi rakyat tentu boleh bertanya: kalau stok aman, mengapa antreannya sampai mengular dan beberapa SPBU sempat kehabisan BBM?

Data Pertamina sendiri menunjukkan konsumsi Solar di Sulsel meningkat sekitar 14,6 persen dibanding Mei, sementara penyaluran Pertalite juga sudah ditambah 7,6 persen. Pertamina menyebut peningkatan permintaan, aktivitas logistik, pariwisata, dan perilaku pembelian berlebihan sebagai bagian dari penyebabnya.

Jadi, mungkin persoalannya bukan sekadar BBM langka atau masyarakat panik. Bisa jadi keduanya saling memperkuat, stok di tingkat regional ada, tetapi distribusi dan ketersediaan di SPBU tertentu tidak selalu secepat lonjakan permintaan. Ditambah isu di media sosial, maka masyarakat berpikir: “Daripada besok habis, isi sekarang!” Akhirnya semua berpikiran sama—dan jadilah antrean berjamaah. 😄

Yang penting, jangan sampai masyarakat terus disuruh “jangan panik” sementara yang mereka lihat dengan mata sendiri adalah SPBU kosong dan antrean sampai tengah malam. Polisi sendiri masih mendalami kemungkinan adanya penyalahgunaan atau praktik penimbunan BBM.

Jalan keluarnya sederhana: jangan hanya mengandalkan imbauan, tetapi buka data dan perbaiki distribusi. Pertamina perlu transparan soal stok dan penyaluran per wilayah, mempercepat suplai ke SPBU yang antreannya panjang, menindak pembelian tidak wajar, serta memperkuat pengawasan bersama Pemprov, Pemda, Dishub dan aparat.

Karena dalam situasi seperti ini, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar kalimat “stok aman”, tetapi bukti bahwa BBM benar-benar mudah didapat. Kalau BBM tersedia dan antrean normal, masyarakat juga tidak punya alasan untuk panic buying.

Sebab rakyat sebenarnya tidak takut kehabisan BBM. Rakyat takut sudah antre tiga jam, ternyata sampai di depan pompa jawabannya: “Maaf Pak, habis.” 😄

#nurmalMIND

Berita Terkait