Mei 29, 2026
file_00000000ff8872088ddff1e000d185a2

CELEBESTERKINI.id,
​SOPPENG — Sektor ekonomi mikro di Kabupaten Soppeng menunjukkan tren positif yang signifikan.

Hal ini ditandai dengan melonjaknya jumlah hewan kurban pada perayaan Idul Adha 2026, yang menjadi indikator kuat meningkatnya daya beli dan kesejahteraan masyarakat setempat.

​Berdasarkan data rekapitulasi terbaru dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, total hewan kurban pada tahun ini mencapai 1.475 ekor, yang terdiri dari 1.410 ekor sapi dan 65 ekor kambing.

​Kenaikan Signifikan Dibanding Tahun Lalu

​Jika dibandingkan dengan data Idul Adha 2025, jumlah sapi kurban di Kabupaten Soppeng tercatat sebanyak 1.239 ekor. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar 171 ekor sapi atau tumbuh sekitar 13,81% pada tahun 2026.

​Penyebaran hewan kurban ini dilaporkan merata di 8 kecamatan di Kabupaten Soppeng, termasuk di antaranya wilayah Lalabata, Marioriwawo, Marioriawa, Lilirilau, Liliriaja, Donri-donri, Ganra, dan Citta.

​Dampak Positif Terhadap Ekonomi Lokal

​Peningkatan jumlah hewan kurban ini tidak hanya bermakna ibadah, tetapi juga menjadi motor penggerak roda ekonomi daerah. Geliat ekonomi yang semakin produktif ini membawa dampak berantai bagi masyarakat Soppeng.

Analis ekonomi Makassar, Dr Rahmat Andriawan, menyebut data itu adalah kondisi riil lapangan yang bahkan lebih valid dari data ekonomi makro selama ini. “Itu data riil dan terlihat. Dan membuat aktivitas ekonomi di tingkat lokal mengalami lonjakan volume yang cukup besar,” katanya.

Ia memprediksi terjadi peningkatan kesejahteraan peternak dan pedagang di Soppeng. “Pendapatan peternak lokal meningkat tajam, dibarengi dengan ekosistem peternakan yang semakin kuat dan berkelanjutan. Sektor UMKM dan pedagang musiman juga merasakan dampak kenaikan pendapatan. Selain itu proses distribusi, pemeliharaan, hingga penyembelihan hewan kurban berhasil menambah peluang dan lapangan kerja baru bagi warga sekitar,” tambahnya.

Data qurban yang meningkat itu disebutnya juga sebagai pertanda kepercayaan pasar yang semakin kokoh serta kondisi finansial masyarakat yang kian membaik.

​Dengan capaian ini, Idul Adha 2026 menjadi momentum nyata bahwa sinergi antara aspek keagamaan dan penguatan ekonomi mikro di Kabupaten Soppeng mampu berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. (*/sah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *