CELEBETERKINI.id, Jakarta – Koperasi Merah Putih (KMP) dinilai memiliki potensi fundamental yang besar untuk bertransformasi menjadi pilar penguat ekonomi domestik.
Namun, realisasi potensi tersebut tidak akan terjadi secara otomatis, melainkan memerlukan langkah strategis yang konkret dan disiplin.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Nurani Strategic sekaligus Ketua Program Magister Manajemen UNIPOL, Dr. Nurmal Idrus, SM, MM, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Menurutnya, untuk mencapai masa depan yang gemilang, KMP harus melewati sejumlah tantangan internal yang krusial. ”Koperasi Merah Putih memiliki potensi besar, tapi bukan otomatis. Realisasinya mensyaratkan adopsi prinsip tata kelola modern, transparansi akuntabilitas, dan integrasi digital yang rigid,” ujar Nurmal.
Saat ini, Nurmal mengidentifikasi ada tiga tantangan utama yang masih dihadapi oleh KMP, yaitu tata kelola yang belum profesional, tingkat transparansi dan akuntabilitas yang masih rendah, serta integrasi digital yang belum optimal.
Guna mengatasi tantangan tersebut, Nurani Strategic yang merupakan lembaga think thank analisis politik, ekonomi dan manajemen merumuskan tiga jalan transformasi yang harus ditempuh oleh KMP.
Pertama, tata kelola modern dengan membangun struktur yang profesional, proses yang jelas, serta pengambilan keputusan yang berbasis data (data-driven).
Kedua, transparansi dan akuntabilitas denga menyediakan laporan yang terbuka, melakukan audit independen, dan mewujudkan pertanggungjawaban publik.
Dan yang ketiga adalah Integrasi Digital Rigid dengan menerapkan sistem yang terintegrasi, pemrosesan data secara real-time, pelayanan yang cepat, serta membangun ekosistem yang kolaboratif.
Transformasi ini dipandang mutlak dilakukan agar KMP tidak hanya menjadi entitas ekonomi biasa, melainkan mampu menjadi motor penggerak utama bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi domestik di masa depan. (sah/ren)
