CELEBESTERKINI.com, Soppeng – Pemandangan berbeda terlihat di area lampu merah (traffic light) Kota Watansoppeng pada Jumat, 24 April 2026.
Sejumlah pengemis tampak berkeliaran di wilayah yang dijuluki Kota Kalong tersebut, yang kemudian memicu respons cepat dari otoritas setempat.
Menanggapi laporan media dan keresahan warga, Dinas Sosial (Dinsos) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Soppeng langsung turun ke lapangan untuk melakukan penertiban.

Para pengemis tersebut kemudian diamankan ke Kantor Dinsos untuk pendataan dan pembinaan. ”Kami telah melakukan pendataan dan pembinaan langsung. Hasilnya, tidak ada yang merupakan warga asli Soppeng, sebagian besar berasal dari Kabupaten Pangkep,” ungkap Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Soppeng, Hj. Nurhayati.
Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle. Begitu keberadaan pengemis tersebut viral, ia segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial. ”Saya sudah meminta Kepala Dinas Sosial untuk segera melakukan penertiban agar kenyamanan kota tetap terjaga,” ujar Selle.
Selle menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipatif jika fenomena serupa kembali terjadi. Kedepannya, para pengemis yang terjaring akan diarahkan ke Sekolah Rakyat. ”Inilah pentingnya keberadaan Sekolah Rakyat. Jika ditemukan kondisi seperti ini lagi, kita akan arahkan anak-anak dan orang tua mereka ke sana,” tegasnya.
Program ini dirancang secara komprehensif.
Untuk anak-anak mendapatkan akses pendidikan dengan sistem boarding (asrama). Sementara untuk orang tuanya, mengikuti program penguatan ekonomi keluarga yang tersedia di fasilitas tersebut.
Langkah ini diharapkan tidak hanya sekadar menertibkan, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang bagi masalah kesejahteraan sosial di wilayah Kabupaten Soppeng. (sah/ren)
